Belajar Bahasa Inggris Dengan Jari dan Bernyanyi, Unik!

Komunitas Desa Bahasa Magelang

Part of Desa Bahasa Community

Mencatat materi, mendengarkan tentor, menghafal rumus, atau mungkin hanya dengan mengerjakan soal. Begitulah rata-rata cara belajar Bahasa Inggris di tempat kursus manapun, termasuk di sekolah. Bagaimana hasil yang kamu peroleh dari semua itu? Lalu, pernahkah terpikir untuk memberdayakan bagian tubuh kita sebagai sarana belajar Bahasa Inggris? Nah, sobat pembaca, simak terus artikel ini untuk mengetahui, apa sih maksud belajar bahasa inggris dengan jari dan bernyanyi?

Kemarin Sabtu, 2 Maret 2013, kami, anggota dari komunitas Desa Bahasa Magelang, mengikuti sebuah seminar tentang cara revolusioner belajar Bahasa Inggris, yang digelar di Kabupaten Magelang, tepatnya di GOR Gemilang. Tajuk utama seminar tersebut adalah, “Cara Cepat Mahir Bahasa Inggris dengan Jari dan Bernyanyi“. Pembicara utama seminar adalah beliau Mr Hani Sutrisno, penggagas metode “listening & drilling”, Desa Bahasa Magelang, serta franchise SPEC (Simple & Cepat).

Inti dari seminar tersebut adalah, bagaimana memberdayakan jari tangan dan pita suara yang kita miliki untuk mendukung proses belajar Bahasa Inggris, sebagai cara yang paling simpel. “Saya lebih suka simple” adalah cara yang selalu beliau ucapkan ketika memimpin seminar. Sebetulnya tidak hanya ketika seminar, bahkan setiap hari, di hadapan komunitas Desa Bahasa Magelang, beliau selalu mengucapkan hal yang sama.

Belajar Bahasa Inggris dengan menulis dan menghafal rumus itu MEMBOSANKAN. Kami punya game, yel-yel, dan nyanyian.

Pronunciation (pengucapan) dan accent (aksen atau logat) tidak menjadi hal yang urgent (mendesak) bagi metode belajar Bahasa Inggris bersama komunitas beliau. Untuk 2 hal tersebut, beliau menganalogikan ketika ada orang madura dan orang magelang yang sedang berbicara. Bayangkan keduanya berbicara bahasa Indonesia dengan logat masing-masing. Lalu, andaikata orang madura menertawakan atau bahkan merendahkan logat orang magelang, tidakkah akan orang magelang marah karena logatnya ditertawai atau direndahkan? Begitu juga sebaliknya, hal yang sama akan terjadi. Sekarang tidak usah jauh-jauh mengambil analogi dari orang non-english. Logat orang Amerika dan British saja sudah beda.  Ya kan?

Berdasarkan analogi di atas, maka beliau memberi saran, ketika kita berbicara Bahasa Inggris (atau sedang belajar), jangan mudah untuk menertawai ataupun mencederai logat orang lain meskipun terdengar aneh. Dan, jangan juga mau disalahkan dengan logat yang kita miliki. Siapapun boleh saja belajar pronunciation British sesuka hatinya dan semaksimal mungkin, tapi tidak harus menjadikannya sebagai alasan untuk menjelekkan logat orang lain.

Mr. Hani: Tidak perlu mempermasalahkan logat. English isn’t about to speak perfectly, but how to communicate our idea with the simpler and understandable way.

Sebelum lanjut cerita, ini dia foto-foto seminar kemarin.

Seminar Bahasa Inggris Desa Bahasa & SPEC

Peserta Seminar Desa Bahasa & SPEC

Belajar Bahasa Inggris dengan Jari dan Bernyanyi

Peserta Menikmati Metode Pembelajaran

Mr Hani Desa Bahasa

Mr. Hani Mengajak Peserta Untuk Mempraktekkan Metode

Seminar Desa Bahasa dan SPEC

Peserta Mengikuti Metode Pembelajaran dengan Ceria

Bisa dilihat dari foto-foto di atas, beberapa memperlihatkan keceriaan para peserta yang sedang menikmati belajar Bahasa Inggris dengan jari dan bernyanyi.

Jadi, apa saja yang mereka dapatkan setelah mengikuti seminar? Berdasarkan pengakuan para peserta, pertama, bekal kepercayaan diri untuk memulai belajar Bahasa Inggris kembali, meskipun kebanyakan dari mereka sudah menjadi kepala keluarga/ibu rumah tangga. Kedua, hafal 16 tenses hanya dengan gerakan jari dan tangan. Ketiga, bisa reflek dan membedakan dengan baik antara kata kerja dan kata sifat; waktu dalam sehari (morning, midday, afternoon, evening, night); serta lebih mudah mengaplikasikan dalam kalimat. Keempat, buku-buku yang sangat mendukung kegiatan belajar Bahasa Inggris. Kelima, para guru tidak lagi kehabisan ide untuk mengajar murid-muridnya di sekolah. Keenam, voucher belajar gratis di Desa Bahasa Magelang selama 1 bulan!

Bagaimana dengan kamu? Sudahkah mulai terpikir akan memberdayakan jemari dan suara merdumu (kalau merdu) untuk belajar Bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan? Satu-satunya saran yang bisa aku berikan untuk kamu yang memang berniat mencari suasana yang asik dan menyenangkan dalam belajar Bahasa Inggris: datang aja ke Desa Bahasa Magelang! Gelombang baru akan di mulai sebentar lagi, buruan gabung! 

Info lebih lanjut tentang Desa Bahasa Magelang, langsung klik di sini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s