Problem, Tantangan, dan Resiko Kehidupan Modern

Gambaran Kehidupan Modern

Gambaran Kehidupan Modern

Manusia adalah homo sapien (hewan rasional). Dengan kemampuan rasio luar biasa yang dimilikinya, manusia dapat mengatasi segala kekurangan yang melekat pada dirinya. Sebagai contoh, mata kita tidak dapat melihat dengan jelas pada malam yang begitu buta seperti kelelawar. Namun akal yang kita miliki dapat menciptakan lampu untuk membuat penerangan bagi diri dan lingkungannya. Dan masih banyak kelebihan lain dari manusia yang ditunjukkan melalui akal yang dimilikinya. Dari beberapa kelebihan manusia jika dibandingkan dengan makhluk yang lain, salah satunya adalah terletak pada akalnya.

Akal manusia dapat menciptakan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan manusia nantinya akan mengembangkan suatu teknologi untuk kepentingan kehidupan mereka. Itulah salah satu kelebihan yang ditunjukkan oleh akal manusia.

Problem dalam Hal Ekonomi

Brain_Vomit_by_ermines_denialSemakin lama manusia semakin menganggap bahwa dirinya merupakan homo economicus, yaitu merupakan makhluk yang memenuhi kebutuhan hidupnya dan melupakan dirinya sebagai homo religious yang erat dengan kaidah – kaidah moral, Setuju?

Ekonomi kapitalisme materialisme yang menyatakan bahwa berkorban sekecil – kecilnya dengan menghasilkan keuntungan yang sebesar – besarnya telah membuat manusia menjadi makhluk konsumtif yang egois dan serakah (aku sendiri mengakuinya).

Problem dalam Bidang Moral

Dalam hal ini bersamaan dengan maraknya globalisasi masuklah sedikit demi sedikit yang lama – lama menjadi bukit, yaitu faham liberalisme dalam bentuk kebebasan berekspresi melalui teknologi informasi hasil rekaan manusia sendiri.

Pada hakikatnya Globalisasi adalah sama halnya dengan Westernisasi, setuju? Ini tidak lain hanyalah kata lain dari penanaman nilai – nilai Barat yang menginginkan lepasnya ikatan – ikatan nilai moralitas agama yang menyebabkan manusia Indonesia pada khususnya selalu “berkiblat” kepada dunia Barat dan menjadikannya sebagai suatu symbol dan tolok ukur suatu kemajuan.

Problem dalam Bidang Agama

tiflan-e-muslim

Tantangan agama dalam kehidupan modern ini lebih dihadapkan kepada faham Sekulerisme yang menyatakan bahwa urusan dunia hendaknya dipisahkan dari urusan agama. Hal yang demikian akan menimbulkan apa yang disebut dengan split personality di mana seseorang bisa berkepribadian ganda. Misal pada saat yang sama seorang yang rajin beribadah juga bisa menjadi seorang koruptor.

Problem dalam Bidang Keilmuan

einsteinMasalah yang paling kritis dalam bidang keilmuan adalah pada corak kepemikirannya yang pada kehidupan modern ini adalah menganut faham positivisme dimana tolok ukur kebenaran yang rasional, empiris, eksperimental, dan terukur lebih ditekankan. Dengan kata lain sesuatu dikatakan benar apabila telah memenuhi criteria ini. Tentu apabila direnungkan kembali hal ini tidak seluruhnya dapat digunakan untuk menguji kebenaran agama yang kadang kala kita harus menerima kebenarannya dengan menggunakan keimanan yang tidak begitu poluler di kalangan ilmuwan – ilmuwan karena keterbatasan rasio manusia dalam memahaminya. Anda merasakan itu?

Perbedaan metodologi yang lain bahwa dalam keilmuan dikenal istilah falsifikasi. Apa itu? Artinya setiap saat kebenaran yang sudah diterima dapat gugur ketika ada penemuan baru yang lebih akurat. Sangat jauh dan bertolak belakang dengan bidang keagamaan.

Jika anda tidak salah lihat, maka akan banyak anda temukan banyak ilmuwan yang telah menganut faham atheis (tidak percaya adanya tuhan) akibat dari masalah – masalah dalam bidang keilmuan yang telah tersebut di atas.

Kalau bersama – sama kita telah melihat sebagian kecil dari beberapa bagian besar problematika dalam kehidupan kita saat ini, apa yang sebaiknya menjadi solusi bersama dalam meningkatkan ketahanan tubuh Negara kita terhadap prediksi – prediksi kehancuran moral bangsa Indonesia akibat dari kekurangselektifan kita terhadap apa yang namanya Westernisasi?

Hayooo…masih ada yang bilang “bodo amat” tuh.. haha ..:)

Sumber : Catatan kuliah Agama Islam Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada