Morfologi dan Anatomi Lumut Kelas Anthocerotopsida

Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Lumut Tanduk

Lumut kelas anthocerotopsida dahulu pernah bernama lumut hati bertanduk karena masih termasuk dalam golongan lumut hati. Namun pada akhirnya diketahui bahwa baik gametofit maupun sporofit dari lumut ini berbeda dengan golongan lumut hati.

GAMETOFIT LUMUT TANDUK

Gametofit dari lumut ini berbetuk cakram, bersifat dorsiventral (dapat dibedakan antara bagian dorsal/punggung dan ventral/perut ) dan tidak memiliki sisik. Di sini dijumpai adanya risoid yang halus seperti rambut. Jaringan penyusun talus bersifat homogen, memiliki kloroplas dengan pyrenoid besar di mana di dalam pirenoid terdapat beberapa granula. Organ seks tertanam pada jaringan gametofit di sisi dorsal. Pada bagian ventral gametofit dijumpai adanya stoma.

SPOROFIT LUMUT TANDUK

Sporofit kelas anthocerotopsida hanya terdiri atas kaki dan kapsul, dengan kata lain tidak memiliki seta di mana bentuk kapsul adalah silinder dengan panjang beberapa sentimeter. Pengamatan irisan melintang kapsul menunjukkan adanya kelompok sel-sel steril di tengah-tengah yang disebut kolumela. Kolumela dikelilingi oleh silinder berongga yang berisi elatera dan spora yang biasanya berupa tetra spora. Struktur elatera memanjang ke seluruh bagian kapsul. Di sebelah luar kapsul terdapat sel-sel epidermis (dinding kapsul), dan umumnya terdapat stomata. Sporofit tidak bertangkai dan mempunyai bentuk seperti tanduk, inilah yang membedakannya dengan sporofit kelas hepaticopsida.

KLASIFIKASI LUMUT TANDUK

Terdapat 1 Ordo dalam kelas ini, yaitu Anthocerotales yang kemudian terbagi lagi menjadi 2 suku, antara lain :

» Anthocerotaceae, memiliki sporofit di tengah kapsul dengan contoh spesies yang posisi sporogoniumnya tegak.
» Notothylaceae, memiliki sporofit di tepi kapsul dengan contoh spesies yang posisi sporogoniumnya mendatar.

Sumber : Catatan kuliah Mata Kuliah Briologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada