Proses Terbentuknya Embun

Embun di pagi buta…

Menebarkan bau basah…

embun pegunungan

Di dalam lirik lagu tersebut tertulis bahwa embun menebarkan bau basah. Memang benar adanya jika embun dikatakan basah karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa embun hanya terbentuk pada suhu yang sangat dingin di pagi buta (hehe, hanyut ma lagu J). Namun masalahnya sekarang,

  1. Pernahkah kita sedikit berupaya untuk memutar otak kita memperkirakan bagaimana sebuah embun dapat terbentuk?
  2. Apakah kita hanya sebatas mengetahui kapan dan dalam kondisi bagaimana sebuah embun dapat terbentuk?

Kebanyakan dari kita pasti akan menjawab “embun terbentuk dalam suhu yang dingin yang umumnya terbentuk atau terjadi di daerah dengan ketinggian tertentu. Tidak ada yang salah dengan pendapat yang seperti itu. Namun sekarang muncul masalah kembali, yaitu

  1. Apakah kita hanya ingin tahu sebatas itu saja dan apakah memang hanya sebatas itu saja embun dapat terbentuk?
  2. Bagaimana jika pacar atau orang yang kita sayangi ingin tahu lebih detail dan akan menganggap kita tampak lebih keren dengan penjelasan sedetail mungkin untuknya (lebai dikit yah..^^)?

Di sini kita akan benar – benar tampak lebih memukau dengan jawaban yang lebih memuaskan. Baiklah langsung saja,

Menurut kajian HIDROMETEOROLOGI, salah satu bab dalam mata kuliah klimatologi, yaitu ilmu yang menerangkan segala macam bentuk air dalam atmosfer, ada yang disebut dengan :

Kelembaban Udara

Dinyatakan sebagai banyaknya uap air dalam udara

Kapasitas Udara dan Kejenuhan

Kapasitas udara menyatakan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara pada suatu temperature. Jadi udara di sekitar kita yang terlihat kosong, hampa, nothing, dll (terserah kalian) ini sebenarnya di dalamnya terkandung sejumlah uap air. Sehingga perlu di catat bahwa besar kecilnya kapasitas udara tergantung pada temperature udara itu sendiri, di mana semakin tinggi temperature suatu udara (semakin panas) maka semakin besar kapasitas udara. Mengapa demikian? Pastilah karena udara tersebut semakin mengembang sehingga kapasitasnya pun menjadi lebih banyak dari sebelumnya, namun belum tentu uap airnya juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya kapasitas udara.

embun desa

Pemandangan Sawah

Suatu udara dikatakan jenuh apabila kapasitas udara dapat tercapai. Baiklah untuk mempermudah membayangkannya, kita umpamakan seperti berikut :

– Ruangan dalam ban motor kita = kapasitas udara

– Udara yang mengisi ban motor kita = uap air

Apabila ban motor kita penuh dengan udara maka itu dinyatakan jenuh dengan udara. Jadi jelas bukan, apabila udara penuh/sesak/crowded (alalah…) dengan uap air, maka hal inipun dinyatakan udara jenuh dengan uap air.

Titik embun dan kondensasi

Titik embun diartikan sebagai temperature yang bertepatan dengan jenuhnya udara (penuhnya tubuh udara dengan uap air).

Sedangkan kondensasi adalah perubahan wujud zat dari bentuk gas (yang dalam hal ini uap air) menjadi cair (jika temperature masih di atas 00 C) atau Kristal – Kristal es (jika temperature berada di bawah 00 C).

Baiklah, kalian masih ingat bukan bahwa semakin tinggi temperature udara maka semakin besar kapasitas udara tersebut atau dapat juga dikatakan semakin rendah temperature maka semakin kecil kapasitas udaranya?

Coba kita bayangkan apabila suatu udara suhunya diturunkan terus menerus . Apa yang akan terjadi pada udara tersebut? Kalian benar! Jika udara didinginkan terus hingga di bawah titik embun maka udara tersebut akan terus memampat sehingga kapasitasnya untuk menampung uap air menjadi berkurang dan pasti akan ada kelebihan uap air yang tidak dapat dikandung oleh udara.

Jadi?

Jadi mau tidak mau kelebihan uap air ini harus dilepaskan sebagai bentuk tetesan – tetesan air atau berupa kristal – kristal es (kondensasi).

Kemudian apa dan yang mana embun itu?

Sekarang, kalian pasti sudah bisa menjawab pertanyaan ini.🙂

Semoga bermanfaat dan membanggakan kita semua sebagai anak bangsa di Bumi Pertiwi Indonesia kita ini. Aaaammmiiin….comment ya bro…^^

Pustaka :

Ir. Soekardi W., Ir. Siti L. A. S., Ir. Mulyono N.; 1983. Asas – asas Meteorologi Pertanian. Laboratorium Meteorologi Pertanian Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s