Mengenal Terumbu Karang (Coral Rief)

Ekosistem terumbu karang

ekosistem terumbu karang

Ketika kita membaca kata “terumbu karang” pastilah terbesit pertanyaan dalam benak kita tentang apa itu terumbu karang. Benar begitu?

Ok, kita gali se optimal mungkin di sini tentang terumbu karang itu sendiri.

Lalu, apa itu terumbu karang? Terumbu karang merupakan tempat tingal dari gabungan berbagai macam jenis hewan. Mereka membuat kerangka di luar tubuhnya sebagai alat pelindung. “Rumah” tempat tinggal mereka itu dibuat dari bahan kapur (kalsium karbonat). Masing – masing individu mempunyai rumah dari bahan kapur, namun mereka tidak dapat hidup sendiri melainkan harus hidup berkoloni. Anggota koloni yang baru membangun rumahnya di dekat rumah koloni yang lama. Demikian seterusnya sehingga terbentuklah terumbu karang dengan ukuran yang kasat mata yang terdapat beberapa pantai di Negara kita ini.

Organisme penyusun terumbu karang disebut Scleractina, hidup bersimbiosis dengan algae di mana simbiosis itu bersifat mutlak (emang harus gitu . . . J – red). Mereka membentuk satu kesatuan seolah merupakan satu organisme. Dengan demikian maka algae pun juga termasuk dalam organisme penyusun terumbu karang, dan diberi nama zooxanthellae.

Tau sendiri kan bagaimana algae (yang dalam hal ini zooxanthellae) memperoleh makanannya? Benar, dari fotosintesis!! Nah, oleh karena fotosintesis merupakan bagian terpenting dalam siklus hidup algae tersebut di dalam terumbu karang bersama dengan organisme lain, maka terumbu karang harus menempati habitat yang selalu mendapatkan sinar matahari. Bukan begitu teman? Lho, fotosintesis kan juga butuh CO2. Lantas, dari manakah CO2 itu diperoleh untuk algae tersebut dapat melangsungkan fotosintesis? Jawabnya adalah dari hewan – hewan penyusun terumbu karang yang lain, karena mereka memiliki bermacam – macam fungsi seperti halnya kehidupan di daratan kita ini.

Terumbu karang dan organisme penghuninya

terumbu karang dan organisme penghuninya

Daerah tropis dengan kedalaman sekitar 30 meter dan dengan suhu sekitar 260 C serta kadar garam berkisar antara 33 permil sangatlah cocok untuk kehidupan optimal ekosisterm terumbu karang.

Berdasarkan sumber yang aku baca, sebagai sebuah ekosistem, di sekitar terumbu karang hidup beraneka ragam jenis biota laut. Contoh :

  1. Tidak kurang dari 200 spesies atau jenis ikan
  2. Kelompok benthos, yaitu organisme yang hidup di dasar perairan yang tersusun atas komunitas :

Moluska, terdiri dari sekitar 2500 spesies

Crustacean, terdiri tidak kurang dari 200 spesies

Echinodermata, terdiri tidak kurang dari 550 spesies

Oleh karena terumbu karang haruslah berada di perairan dangkal untuk memperoleh sebisa mungkin cahaya matahari, maka keberadaan terumbu karang sangat erat kaitannya dengan terdapatnya perairan yang jernih di sepanjang pantai dan di sekitar pulau.

Yang menghasilkan substrat kapur adalah bangsa Scleratina (koralia) atau karang batu, yang merupakan pembentuk bangunan fisik terumbu karang. Dari sini terumbu karang memiliki fungsi sebagai pelindung pantai dari hempasan dan pukul ombak (Hutomo, 1981 dalam Tandjun, 1992b). Tanpa keberadaan ekosistem terumbu karang, banyak partikel yang akan mengalami kerusakan. Sebagai contoh yaitu pantai Pulau Pura tanah Lot dan pantai Pulau Ulu Watu di Bali yang terkena abrasi (pengikisan tanah oleh air laut). Selain itu pengikisan pantai sampai merobohkan pohon yang tumbuh di situ telah terjadi di kawasan Sanur dan Nusa Dua.

Huff…akhirnya, itu semua yang aku ketahui dari sebuah sumber bacaan. Dan . . . tenang teman, semua bukti yang telah disebutkan di atas merupakan hasil dari Penelitian Lingkungan Hidup UGM yang bekerja sama dengan Environmental Study Centre of Waterloo University, Canada, yang meneliti tentang masalah kerusakan pantai di Bali. Jadi, tidak usah kuatir tentang penipuan, heehee ^^.

Ok teman, sekarang mulailah untuk menceritakan hal – hal masalah lingkungan seperti ini kepada orang – orang disekitar kalian, dan rekomendasikan kepada mereka untuk bersama – sama menjaganya. Karena kontribusi masing – masing dari kalian sangatlah besar dampak positifnya untuk lingkungan hidup kita ke depannya. Jangan kuatirkan jumlah perusak yang kini telah terhitung, karena jika kalian dengan sungguh – sungguh menyampaikan pesan ini kepada beberapa orang saja dan menyuruh mereka untuk meneruskan pesan, maka … kitalah pemenangnya.

DAN JADILAH INDONESIA NEGARA YANG BERSIH DARI SEGALA ASPEK NEGATIFNYA!!!

Aaamiiin…

Sumber : Pengantar Ilmu Lingkungan. Yogyakarta : Laboratorium Ekologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

5 thoughts on “Mengenal Terumbu Karang (Coral Rief)

  1. dinarardy says:

    @ Rera dan Venny :

    Terimakasih banyak atas tanggapannya, rekomendasi yang sangat baik bagi para pembaca. Semoga masih banyak orang-orang peduli alam seperti kalian di muka bumi ini, terutama di tanah air kita tercinta, Tanah Air Indonesia.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s