Ekologi Tumbuhan Lumut

Ekologi Tumbuhan Lumut

Ekologi Lumut

Keberadaan tumbuhan lumut di suatu tempat selalu dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut meliputi fator biotik dan abiotik. Tumbuhan lumut jarang ditemukan yang bersifat individu, melainkan hidup berkelompok dan mempunyai bentuk – bentuk kehidupan khusus.

FAKTOR BIOTIK DAN ABIOTIK

Beberapa jenis lumut memiliki ruang lingkup kehidupan yang luas, namun beberapa lainnya hanya berada pada habitat khusus. Secara umum lumut tidak dapat tumbuh pada habitat kering, kebanyakan hidup pada tempat yang kelembabannya tinggi, dan teduh.

Jika dikaji secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kebanyakan lumut memiliki range ekologi yang agak sempit dan terbatas sehingga tumbuhan lumut mempunyai nilai penting yang cukup besar sebagai indikator habitat tertentu. Faktor biotik yang mempengaruhi kehidupan tumbuhan lumut adalah menyangkut masalah kompetisi diantara tumbuhan lumut itu sendiri, baik untuk mendapatkan makanan maupun untuk tempat hidupnya. Sedangkan faktor abiotiknya meliputi :

Faktor Cahaya. Umumnya tumbuhan normal membutuhkan 500 – 1300 lux intensitas cahaya.

Faktor Temperatur

Faktor Air

Intensitas penghisapan air tergantung pada kandungan air tiap – tiap tumbuhan. Adaptasi tumbuhan lumut dalam pengambilan air :

» Endohydric species, air yang diambil berasal dari substrat dan kemudian dihantarkan secara internal ke organ daun atau permukaan evaporasi lainnya (sifat permukaan dari tumbuhan adalah water rapellent/penolak). Umumnya hidup pada substrat yang kaya nutrien, tempat basah, dan poreus (berpori). Contoh : Polytricaceae, Mniaceae, Marchantiaceae, dsb.
» Ektohydric species, Air mudah diabsorbsi dan hilang melalui segala permukaan tubuh. Sifat karakteristiknya adalah semua bagian tubuhnya dapat menghisap dan menyimpan air dari udara. Contoh : Grimiaceae, Orthitricaceae, lumut hati berdaun, dsb.

Faktor Angin

Faktor Edafik. Meliputi tanah, humus, dan batuan. Karena lumut hidup umumnya di atas batuan dan tanah yang berhumus, jadi lumut dikatakan bersifat saprofit.

Sumber : Catatan kuliah Mata Kuliah Briologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

5 thoughts on “Ekologi Tumbuhan Lumut

  1. yunita says:

    Salam kenal …….
    PAk artikelnya bagus … saya jg sangat tertarik sm lumut …
    saya membutuhkan referensi pak ….
    boleh gak saya minta daftar referensi yang dipakai …..
    trimakasih ya pak …….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s