Mengenal Lumut (Briofita) Lebih Jauh

Siapa sih yang belum pernah mendengar nama Lumut? Atau sebagai orang biologi, aku lebih sering menyebutnya dengan nama briofita.  Tidak diragukan lagi, teman – teman semua pasti pernah mendengar atau bahkan sering mendengar nama Lumut, kan? Lalu, apa sih lumut itu menurut kalian? Hmm..jangan – jangan masih ada nih yang menganggap penyebab kalian terpeleset di kamar mandi itu adalah lumut. Kasihan dong Mr. Lumut selalu mendapat nama buruk yang seharusnya itu adalah tanggung jawab saudara dekatnya, Si Ganggang (algae).

Sebenarnya jika kita harus mengartikan apa itu Lumut, bisa jadi jawaban kita berbeda satu sama lain. Bukankah untuk mengartikan sesuatu benda entah itu hidup atau tak hidup kita harus mengetahui rincian atau cirri – cirri dari benda itu terlebih dulu, bukan? Nah itu dia, karena informasi yang kita peroleh tentang lumut masih setengah – setengah atau bahkan hanya “dengar – dengar” maka definisi tentang lumut di antara kita pun pasti akan berbeda.

Dalam artikel ini, aku berusaha mengumpulkan dan mengungkapkan semua ciri, baik itu anatomi maupun morfologi yang dimiliki tumbuhan lumut itu sendiri untuk bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang tumbuhan yang satu ini baik sebagai sumber acuan pelengkap maupun sebagai kegiatan positif dalam mengisi waktu luang.

Lumut atau bryophyta, berasal dari bahasa latin:

Bryon : Lumut (Moss)

Phyton : Tumbuhan (Plant)

Umumnya lumut hidup di tempat – tempat yang lembab. Umumnya pula lumut hidup di darat meskipun juga ada beberapa yang hidup di air. Sehingga lumut disebut dengan Amphibious Plant.

Seperti telah disebutkan di atas, tumbuhan lumut memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan ganggang/algae (tallophyta). Namun selain itu lumut juga memiliki hubungan kekerabatan dengan tumbuhan paku (pterydophyta).

Hubungan kekerabatan dengan algae dapat terlihat pada kesamaannya dalam bentuk tubuhnya yang sederhana, bersifat taloid (bertalus), kekurangan jaringan vaskuler, dan tidak mempunyai akar. Sedangkan hubungan kekerabatan dengan paku dapat ditunjukkan sebagai : gametangium yang letaknya tersembunyi, alat perkembangbiakan utama dengan menggunakan spora, dan bentuk arkegonium yang dimiliki oleh keduanya memiliki karakteristik seperti botol (archegoniata).

Meskipun lumut memiliki hubungan yang dekat dengan algae dan paku, tetap keduanya memiliki perbedaan. Dalam hal ini lumut dianggap lebih maju dari algae, karena lumut :

  1. Umumnya hidup di darat di mana tingkat adaptasi yang lebih tinggi sangat diperlukan.
  2. Telah memiliki kelompok sel buluh pengangkut sekalipun itu masih acak dan telampau sederhana.
  3. Memiliki risoid, daripada tidak sama sekali
  4. Gametangium/Sporogonium bersifat multiselluler yang dilindungi oleh dinding sel – sel steril.
  5. Zygot dapat berkembang menjadi embrio, tidak demikian dengan algae.

Perbedaan antara lumut (Bryophyta) dan paku (Pterydophyta)

Bryophyte Pterydophyte
Belum memiliki system pembuluh yang terdiri atas xylem dan phloem, sporofit tidak hidup bebas, belum memiliki akar sejati, dan spora yang dihasilkan bersifat homosphore Sudah memiliki system pembuluh yang terdiri atas xylem dan phloem, sporofit hidup bebas dan berumur panjang, sudah memiliki akar sejati, dan spora bersifat heterosphore

Persamaan yang dimiliki keduanya adalah sama – sama mengalami pergantian generasi (metagenesis) dan zygot nantinya akan berkembang menjadi embrio.

Perbedaan antara lumut (Bryophyta) dan algae (Thallophyta)

Bryophyte Thallophyte
Kebanyakan hidup terrestrial, lembab dan teduh Kebanyakan hidup di air
Tubuh terdiri dari beberapa lapis sel-sel parenkimatis Tubuh terdiri dari sel tunggal dan berkembang menjadi filament-filament
Percabangan talus dikotom Percabangan talus tidak menentu
Sel-sel kloroplas berkembang sangat bagus dan jumlahnya sangat banyak dalam tubuh Jumlah kloroplas dalam masing-masing sel hanya satu atau dua
Tubuh memiliki porus yang umumnya terdapat pada bagian dorsal tubuh Tubuh tidak memiliki stomata
Talus mempunyai risoid Talus tidak mempunyai risoid
Reproduksi seksual selalu bertipe oogamus (persatuan gamet berflagela dan tidak) Reproduksi seksual bervariasi : oogamus, isogamus, maupun anisogamus (ukuran beda dan bentuk sama)
Reproduksi aseksual : Apogami (terbentuknya gametofit tanpa melalui terbentuknya spora, missal pada jaringan spora) dan Apospori (terbentuknya gametofit tanpa melalui terbentuknya spora, missal pada jaringan sporofit) Reproduksi aseksual menggunakan oozoospora dengan tipe spora : Aplanospora, akinet, dan hypnospora
Reproduksi vegetative kadang terjadi dengan fragmentasi, gemma, tunas cabang, maupun tuber Reproduksi vegetative dengan pembelahan sel dan fragmentasi filament talus
Organ seksual bersifat multisel dan terlindung oleh jaket sel-sel steril Organ seksual bersifat unisel dan tidak terlindung
Terbentuk embrio Tidak terbentuk embrio
Talus heteromorfik Talus homomorfik
Sporofit berkembang baik dan tergantung pada gametofit Sporofit hidup bebas, tidak tergantung gametofit

Tubuh tumbuhan lumut masih berupa talus sebagai lembaran daun atau telah memiliki daun yang masih sangat sederhana dan hanya terdapat risoid. Meskipun tubuh tumbuhan lumut berwarna hijau tetap tidak terdapat variasi dalam bentuk plastida yang mengandung klorofil a dan b.

Salah satu anggapan yang mendukung bahwa lumut lebih maju daripada algae adalah karena lumut umumnya hidup di darat dengan alasan yang telah tersebut di atas. Alasan tersebut di atas adalah benar adanya karena lumut memiliki penyesuaian terhadap kehidupan terrestrial yang cukup baik, di antaranya :

  • Lumut memiliki risoid untuk melekat dan menghisap air
  • Pada tubuhnya terdapat sel – sel epidermis serta penebalan dinding sel sebagai perlindungan terhadap kekeringan
  • Memiliki porus pada permukaan talus untuk mempermudah proses pengambilan CO2 dalam pelaksanaan fotosintesis
  • Memiliki lapisan sel – sel steril yang melindungi sel kelamin agar tidak kekeringan
  • Spora yang berdinding tebal

Mengenai gametofit dan sporofit, gametofit lumut adalah tumbuhan yang hidup bebas. Sedangkan sporofit/sporogonium selama hidupnya tetap menempel dan mendapat makanan dari gametofit. Dan mengapa spora lumut disebut dengan homospor? Ini tidak lain karena spora yang dihasilkan memiliki bentuk dan ukuran yang sama.

Di bawah ini merupakan siklus hidup tumbuhan lumut :

siklus hidup lumut

siklus hidup lumut

Cirri – cirri lumut secara umum yaitu bahwa lumut yang masih primitive talusnya masih berbentuk lembaran yang merayap dan yang telah maju talusnya menunjukkan susunan tubuh yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi sehingga cahaya matahari dipergunakan lebih efisien.

Daun tumbuhan lumut terdiri atas 1 lapis sel kecuali bagian tengah daun dan inipun belum memperlihatkan adanya daging daun (mesofil).

Lumut yang primitive hingga yang telah maju sudah menunjukkan adanya pembagian pekerjaan dalam talusnya, yaitu telah dimilikinya jaringan penyimpan cadangan makanan dan jaringan asimilasi.

Kebanyakan sel – sel tubuhnya telah memiliki dinding yang terdiri atas selulose. Alat kelamin yang berupa anteridium dan arkegonium demikian pula dengan sporogoniumnya selalu terdiri atas banyak sel.

Bentuk dan susunan gametangium lumut sangat berkarakteristik, khususnya pada arkegoniumnya yang menyerupai botol. Anteridium berbentuk gada atau bulat dan mempunyai dinding yang terdiri atas selapos sel – sel steril.

Sumber : Catatan kuliah Mata Kuliah Briologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

4 thoughts on “Mengenal Lumut (Briofita) Lebih Jauh

    • dinarardy says:

      @ Rifki :

      Iya, sama-sama, semoga tulisan-tulisan saya ini bisa memberikan banyak manfaat bagi siapapun yang mampir kemari. Terimakasih telah berkunjung dan bersedia memanfaatkan pengetahuan yang ada di sini.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s