Desa Ngargogondo, Desa Bahasa di Magelang

Desa Bahasa Magelang, Desa Ngargogondo

Pintu Masuk Desa Bahasa Magelang

Desa Bahasa Magelang – Selamat pagi, brow!

Kali ini aku akan bercerita tentang sebuah desa unik yang bernama Desa Ngargogondo. Desa tersebut berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Apa yang unik dari desa ini? Mari simak kelanjutan ceritanya.

Baru kemarin sore aku mengunjungi Desa Ngargogondo alias Desa Bahasa. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku, hanya sekitar 45 menit perjalanan menuju utara. Beberapa waktu lalu sebuah stasiun televisi swasta sangat heboh memberitakan tentang sebuah desa yang penduduknya menggunakan Bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari. Keren banget! Begitu pikirku, dan itulah alasanku mengapa mengunjungi desa ini.

Sudah lama sebenarnya aku ingin ikut les Bahasa Inggris mengingat skillku untuk bahasa yang satu ini agak terbatas. Istilahnya, aku ingin Upgrade!

Mendengar berita semacam itu, seketika antusiasmeku semakin menjadi. Bayangkan, aku sudah sangat paham bahwa untuk memahami Bahasa Inggris adalah bukan masalah teori dan tekad semata, namun LINGKUNGAN! Setuju? Ini seperti 5 tahun silam saat aku masih duduk di bangku SMA dan berada di kelas imersi, sebuah kelas yang bahasa kesehariannya adalah Bahasa Inggris. Sangat kondusif. Maka dari itu aku ingin mengulang metode sejenis, yang semakin disempurnakan. Desa Bahasa jawabnya.

Untuk memahami Bahasa Inggris dengan baik, tidak cukup dengan teori dan tekad saja, melainkan juga LINGKUNGAN!

Bagi kamu yang juga ingin bergabung bersama komunitas Desa Bahasa, aku akan memberikan beberapa informasi yang penting untuk kamu ketahui sebelum memutuskan untuk bergabung.

Peta Desa Bahasa Magelang

Klik Untuk Perbesar

Pertama, lokasi Desa Bahasa. Desa Bahasa adalah sebutan bagi Desa Ngargogondo, yang merupakan bagian dari Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Lokasi Desa Bahasa di dalam peta, dapat dicari melalui maps.google.com dengan kata kunci, Ngargogondo, Magelang. Lihat screenshoot di samping.

Kedua, kehidupan Desa Bahasa. Setelah mengunjungi Desa Bahasa, aku menyimpulkan bahwa pemberitaan di media memang terkadang terlalu dibesar-besarkan. Tidak semua penduduk desa ini menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi sehari-hari.

Awalnya aku agak kecewa dan sempat menanyakan bagaimana dengan Desa Pare di Kediri yang juga terkenal sebagai Desa Bahasa? Ternyata tidak lebih baik dari Desa Ngargogondo. Di sana ternyata hanya sebuah Desa Kursus, di mana dalam satu desa terdapat hingga 80 tempat kursus untuk para pengunjung. Bukan masyarakat yang aktif berbahasa Inggris, melainkan banyak tempat kursus yang terpusat dalam satu desa dan mereka saling bersaing. Persis les-lesan biasa. Bahkan beberapa lulusan Desa Kursus itu belajar kembali ke Desa Bahasa Magelang.

Jadi jelas, bahwa Desa Bahasa yang sebenarnya ada di Magelang.

Modul Desa Bahasa Magelang

Modul Desa Bahasa Magelang

Ketiga, proses belajar di Desa Bahasa. Berbeda dengan kursusan Bahasa Inggris di belahan dunia manapun, proses belajar di desa ini adalah listening and drilling (mendengar dan penerapan terus-menerus).

Siswa hanya dibekali teori selama kurang lebih 45 menit, selebihnya praktek langsung dengan pengajar atau siswa lain. Teori di sini jangan dibayangkan seperti hanya kegiatan mencatat yang membosankan. Teori yang dimaksudkan adalah seperti teori bagaimana menggunakan bahasa tubuh saat berbicara sehingga lebih menekankan maksud pembicaraan, hingga pada teori senam mulut supaya bisa berbicara dengan lebih lugas dan nge-drill (seperti senapan AK-47).

Di kunjungan pertamaku kemarin, aku ditunjukkan sebuah demo oleh Direktur Desa Bahasa, Mr. Hani Sutrisno. Aku record dengan kamera digital pembicaraan dalam demo itu. Yang membuatku kagum, bahkan anak kecil seumuran 5-6 tahun sudah hafal 16 tenses Bahasa Inggris. Uwwow!

Gambar di atas adalah koleksi buku-buku yang digunakan sebagai modul pembelajaran di Desa Bahasa. Sebagian besar adalah karya Mr. Hani Sutrisno dan tim. Buku-buku itu sebagian sudah diimpor oleh Desa Pare, Kediri, karena metodenya yang sangat gila (kata orang-orang).

Kedai Desa Bahasa Magelang

Kedai Desa Bahasa

Oh iya hampir lupa, di desa ini, siswa yang bertanya tanpa menggunakan Bahasa Inggris tidak akan dilayani. Bahasa Inggris seburuk apapun akan diterima dan dibenarkan, jadi tidak usah takut, karena memang itulah tujuan Desa Bahasa: mengkondisikan lingkungan. Selain itu juga kamu tidak perlu malu, karena banyak siswa yang masuk dan belajar di desa ini tanpa kemampuan Bahasa Inggris sedikitpun. Aku punya video demonya tapi belum sempat aku unggah, ukurannya cukup besar. Sabar ya yang mau lihat demo dariku.ūüėÄ

Keempat, program pembelajaran Desa Bahasa Magelang meliputi: kelas reguler, edu wisata, dan kunjungan singkat. Kelas reguler terdiri dari 4 level, dari level 1 (beginner) hingga level 4 (expert). Setiap level hanya membutuhkan waktu 1 bulan. Rincian belajar per level adalah:

  • Level 1: belajar conversation dasar dan penyesuaian metode body language.
  • Level 2: belajar tenses dengan metode cas-cis-cus.
  • Level 3: belajar grammar dan penerapan dalam conversation.
  • Level 4: menaklukkan TOEFL dan mendapatkan sertifikat dari Desa Bahasa Magelang.

Kemudian kalau kamu tidak memiliki cukup waktu untuk mengikuti kelas reguler, kamu bisa ikut kelas edu wisata (khusus kelas liburan). Detail tentang edu wisata Desa bahasa bisa dibaca di sini. Selain itu, bagi instansi atau lembaga yang menginginkan alternatif study tour yang komplit, menyenangkan, dan tentunya sangat bermanfaat, dapat mengikuti paket kunjungan singkat yang detailnya bisa didapatkan di sini.

Keluar dari Desa Bahasa dijamin CAS-CIS-CUS ngomong Bahasa Inggris, alias sangat interaktif. Sangat banyak manfaat dari kemampuan berbahasa Inggris fasih. Terutama kalau kamu mau pedekate sama turis, hehehe!

Info lengkap tentang program pembelajaran Desa Bahasa Magelang beserta rincian biaya dan form pendaftaran bisa di download di halaman ini.

Kalau kamu memang serius ingin bergabung, bisa menghubungi kontak Desa Bahasa melalui:

  1. HandPhone: 0813-4294-1435 atas nama Dhinar
  2. Email: dhinarardhy@gmail.com

Jangan lupa setelah mengirim email mengirim sms pemberitahuan ke nomor HandPhone ya, soalnya jarang buka email, hahaha. Semoga bermanfaat, aku tunggu di Desa Bahasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s