Goa Jatijajar Kebumen: Wisata Alam Eksotis Yang Low Budget!

Goa Jatijajar Gombong

Goa Jatijajar

Liburan masih panjang. Di rumah terus main game lama-lama penat juga. Mau refreshing ke luar rumah, minim budget, gimana dong?

Tenang, aku punya referensi wisata alam yang cukup bisa menyegarkan pikiran, dan yang paling penting kantong kamu tetap aman! Wuih, apaan tuh?! (Biasa aja dong). Oke, simak nih lanjutan ceritanya.

Pernah mendengar nama goa yang terletak di Jawa Tengah? Lebih spesifiknya di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Lokasinya tidak terlalu sulit dijangkau. Goa Jatijajar. Begitulah orang-orang sekitar dan para wisatawan menyebut goa tersebut.

Beberapa waktu lalu, dalam kondisi yang sangat mengenaskan (baca: miskin dan penat) di tengah musim liburan yang tak terelakkan, aku memutuskan untuk me-refresh pikiran sejenak. Tibalah aku pada sebuah keputusan yang sangat berat. Aku mengunjungi Goa Jatijajar! Lokasinya di mana sih? Cari aja di google.maps dengan kata kunci Goa Jatijajar. Preview-nya bisa di sini (klik).

Apa yang spesial dari Goa Jatijajar friend? Banyak. Terutama bagi pemuda-pemudi yang miskin (ups, minim) budget.

Pertama, lokasi Goa Jatijajar tidak sulit dijangkau. Tidak seperti Goa Jatijajar, beberapa Goa yang pernah aku kunjungi umumnya membutuhkan pengorbanan yang lebih besar dalam menempuh perjalanannya. Meskipun akhirnya semua pengorbanan itu terbalaskan dengan objek yang begitu cantik.

Kamu tidak perlu naik turun bukit untuk mencapai goa ini. Hanya butuh jarak sekitar 8 km dari kota gombong menuju arah pelosok. Tidak terlalu pelosok. Mungkin jarak itu bisa kamu lumat hanya dalam 15-30 menit tergantung speed kendaraanmu. Saranku, sebaiknya jangan terlalu cepat, karena akan sangat disayangkan jika kamu melewatkan pemandangan sekitar sawah saat perjalanan.

Pemandangan yang sangat hijau selama perjalanan dengan hembusan angin sepo-sepoi juga sedikit banyak menyegarkan pernafasanmu sehingga otak juga akan lebih segar dan siap menikmati arena rekreasi.

Goa Jatijajar Kebumen

View Jatijajar

Kedua, lingkungan Goa Jatijajar sudah dipermak sedemikian rupa sehingga memudahkan para pengunjung untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan sekitar. Kamu bisa melihat foto di samping untuk referensi lingkungan goa. Cukup eksotis bukan?

Oh iya, di sini kamu tidak perlu membawa perlengkapan pendakian, karena sangat aman, tidak ada medan yang memaksamu untuk memanjat tebing.

Ketiga, tidak hanya Goa Jatijajar yang bisa kamu kunjungi di sana. Ada beberapa goa lainnya di dalam objek wisata tersebut, misal Goa Petruk, dll.

Keempat, ornamen di dalam Goa Jatijajar sangatlah menarik. Kamu pasti akan terpesona pada pandangan saat pertama kali memasuki area dalam goa.

Sebuah jembatan buatan yang telah dihiasi oleh indahnya warna-warni lampu taman menyambut dengan hangat kedatangan kamu dan siap membawamu menyusuri goa lebih dalam lagi. Tidak hanya itu, di dalam goa kamu akan menemukan banyak sekali patung pendekar jaman dahulu. Aku menangkap hiasan-hiasan itu sebagai nilai sejarah yang sengaja ingin dilestarikan.

Semakin ke dalam, kamu akan semakin terpukau dengan nuansa eksotis goa. Tetaplah berjalan dengan pelan sambil menikmati waktu senggangmu. Kecuali kalau kamu kebelet something.

Sendang Mawar Goa Jatijajar

Sendang Mawar Goa Jatijajar

Sebentar lagi kamu akan menemukan sebuah aliran sungai di dalam goa yang disebut oleh masyarakat sekitar sebagai “Sendang Mawar“. Sendang mawar sangat lekat dengan sebuah mitos, yaitu, konon, siapapun yang cuci muka di tempat itu akan memperoleh keutamaan-keutamaannya. Tentu saja, siapa yang tidak kenal nuansa mistis Indonesia? Tapi whatever lah, yang ku tahu kalau kamu cuci muka di situ, airnya sangat segar! Coba aja!

Apalagi ya? Oh iya, lupa, budget!

Kelima, untuk bisa masuk ke dalam area rekreasi yang satu ini, kamu hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp7.500 per orang dan kamu bisa berjalan-jalan sepuasnya sampai pagi!

Bagaimana dengan harga makanan? Harga makanan di sini tidak mahal. Sangat normal, seperti halnya kalau kita makan di warung biasa. Aku mencoba sebuah menu makanan di sebuah warung di area wisata, lontong tahu + tempe mendoan + es kelapa muda. Rasanya cukup bisa mebuat lidah dan perut bergoyang, dan tahukah kamu, aku hanya butuh selembar uang sepuluh ribuan untuk semua itu!

Selain nuansa eksotis dan super low budget, penduduk di sini juga ramah-ramah.

Di penghujung perjalanan area wisata, kamu akan disambut hangat oleh senyuman para penjual barang-barang antik khas daerah tersebut di Pasar Seni. Kamu bisa memilih barang sesuai seleramu. Ada dompet antik seharga Rp5.000 an, barang kerajinan kecil-kecil Rp1000 an, tas samping Rp20.000 an, dan masih banyak benda kerajinan lainnya! Betul-betul low budget kan?!

Ok, aku rasa cerita jalan-jalan kali ini cukup. Kapan mau berkunjung? Yang penting jangan lupa ajak pacar, teman, keluarga, atau bahkan semuanya, biar tambah seru! Semoga bermanfaat.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s