Tak Pernah Padam

Bandaged Heart

Bandaged Heart

Selamat petang,

Sore ini terasa sangat hangat. Entah hanya perasaanku saja atau memang seperti inilah suasana yang sesungguhnya. Tak luput dari jangkauan indera penciumanku, tepat di samping laptop ada secangkir teh hangat buatan Ibu menemaniku berceloteh di sini. Menuangkan segala apa yang kini ada di pikiran dan perasaanku. Semakin banyak serpihan kata yang terurai, semakin tak kuasa aku mengendalikan jemari yang meloncat ke sana dan ke mari dengan lihainya.

Merangkai kata menjadi sebuah ungkapan bermakna. Setiap makna merefleksikan apa yang sekarang kurasa begitu dalam dan menyelimuti raga dan pikiran ini. Selimut kehangatan yang kian membuncah dan semakin ingin ditelanjangi. Mencoba menelanjangi hal yang sesungguhnya akupun tak bisa menguraikannya. Tak ada niat untuk mengawali, pun tak ada keinginan untuk mengakhiri.

Hmm.. satu hirupan aroma teh yang melegakan dan menenangkan suasana. Sayangnya, aroma ini tetap tak bisa mengendalikan rasa penasaranku dengan baik. Kuberanikan diri untuk menyeruput sekelumit keindahan yang tersembunyi dibalik rangkaian perih cerita yang pernah tertuang. Ini sangat berat, ketika kerinduan menyeka nurani dan memaksaku untuk menyingkap balutan luka yang akan kembali robek oleh cabikan memori.

Hanya ingin memastikan apakah api itu telah padam?

***

Sandy Sondoro – Tak Pernah Padam

Senyumanmu masih jelas terkenang
Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku,
Oh dariku

Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku,
Di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam,
Tak pernah padam

Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku,
Di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam
Api cintaku padamu wooo ooo yeah

Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

***

I am never alone, because gloom is always with me now. Thanks for introducing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s