“Mudah Saja”, Semudah Mulut Berucap, Seringan Hati Memutuskan

Flame of Love, Eternal Flame

Flame of Love

Malam ini terasa sangat tenang, tepat di malam puasa ke-3 bulan Ramadhan. Sangat bersyukur rasanya masih berkesempatan untuk ikut menghirup aroma bulan penuh berkah bersama keluarga tercinta.

Termenung di depan meja, hanya memandangi layar laptop yang sedari tadi menyala terkoneksi ke jaringan internet namun tak tahu apa yang harus aku perbuat. Daripada pikiran semakin tak terarah tanpa jejak, akhirnya aku di sini untuk bercerita tentang sebuah lagu.

Mudah Saja adalah sebuah lagu ciptaan Sheila On 7. Sebetulnya lagu itu sudah sangat lama diciptakan dan dibawakan, hanya saja hingga sekarang masih banyak digemari oleh para pendengar setia musik Indonesia. Entah kemasan musiknya yang begitu apik, liriknya yang sangat menyayat, atau bahkan kombinasi sempurna antara keduanya yang bisa menyihir segenap pendengar untuk masuk ke dalam perasaan maupun memori yang pernah terjadi secara lebih dalam hingga ke relung jiwa.

Mudah Saja menceritakan sebuah ketidakadilan yang terjadi di antara dua pasang kekasih yang awalnya saling mencintai. Menghayati liriknya, jelas ini adalah lagu tentang pengalaman pahit yang di alami oleh seorang pria di dalam kisah asmaranya kepada seorang wanita yang sangat ia cintai. Pria tersebut memiliki rasa cinta yang begitu besar kepada kekasihnya, namun semua itu dipandang tidak lebih dari sebuah drama bagi si wanita.

Pembuat lagu berhasil menyampaikan cerita dengan sempurna. Kekalutan yang terjadi di dalamnya kian tampak ketika apa yang dilakukan si wanita betul-betul menyayat hati dan menodai rasa cinta yang dimiliki si pria dengan sadisnya. Semudah mulut berucap dan seringan hati memutuskan. Hingga pada akhirnya, karena saking tak tahan, bahkan tak menyangka akan semudah itu kekasihnya menyepelekan rasa yang ia miliki, si pria dengan sangat terpaksa mengingkari perasaan yang ia miliki mengusir kekasihnya itu dengan penuh luka.

Jika menilik cerita yang terjadi secara lebih detail, siapapun pasti beranggapan, siapa sih yang rela rasa cinta yang begitu dalam hanya dianggap sebagai drama yang bisa dengan mudah digunakan sebagai tempat datang dan pergi sesuka hati? Apalagi setelah perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang kekasih itu, ia masih juga tidak merasa bersalah bahkan tersenyum di atas semua benih racun yang ia tanamkan di dalam hati pasangannya.

Reaksi si pria adalah bentuk keterpaksaan yang sangat tragis. Dia menyadari rasa cinta yang ia memiliki selalu memaafkan dan menginginkan kebersamaan, namun di sisi lain, menanggapi kekasih yang tidak bisa menyadari kesalahannya sama saja menanam bom waktu bagi hati dan kehidupannya sendiri.

Memelihara luka yang ditanamkan oleh sang kekasih sama saja dengan menanam bom waktu bagi hati dan kehidupan sendiri. Cepat atau lambat pasti meledak.

***

Lirik lagu Mudah Saja by Sheila On 7

Tuhan aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku berdoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang, “Kau harus bisa seperti aku”
“Yang sudah biarlah sudah”

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan
Kau kembali datang
Tanyakan keadaanku
Kubilang, “Kau tak berhak tanyakan hidupku”
Membuatku s’makin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku

***

Terimakasih sudah membaca dan jangan praktekkan cerita di atas😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s