Ini Idul Adha-ku, Mana Punyamu?

Merayakan hari raya kurban atau Idul Adha di kampung halaman merupakan suatu anugerah tersendiri. Namun demikian, tidak ada ruginya jika (terpaksa) merayakan di perantauan bersama orang-orang baru, suasana baru. Toh sama-sama masih bisa melihat pembantaian masal yang sifatnya sangat dilematis, hehehe.

Well, how’s your Idul Adha going?

Kebetulan sekali, tahun ini, 2013, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku masih bisa menikmati hangatnya suasana Idul Adha bersama keluarga, tetangga, dan orang-orang terdekat di kota kelahiran ter-asik. Sholat id dipimpin oleh ulama setempat. Ibadah khas Idul Adha terasa khusuk, tenang, dan begitu meresap dicampur dengan penutupan saling bersalaman melihat senyuman-senyuman yang tak asing lagi.

Umumnya eksekusi binatang kurban dilaksanakan usai sholat id, setelah makan bersama. Maklum lah, para algojo sangat membutuhkan tenaga ekstra untuk melaksanakan tugasnya menghadapi ajal yang sudah dinantikan para calon korban. Apalagi jika bertemu dengan calon korban yang tidak sabaran untuk segera pulang ke Rahmatullah, yaitu yang paling banyak tingkah, “asiik, aah enaak! eennak! eennk…ekhh, ekekekh.. khh”. Bisa jadi.

Momen penyembelihan hewan kurban adalah yang paling dinantikan oleh seluruh masyarakat. Sambil menunggu datangnya kiriman daging dari pos-pos penyembelihan biasanya warga sudah mempersiapkan peralatan pengolahan, seperti alat pembakaran, penggorengan, hingga yang tanpa diolah sekalipun (yang dapat tanduk dan gigi).

Mass Assassination…

Tingkah laku binatang kurban ketika ajal telah betul-betul sangat dekat dengan diri mereka sangatlah bervariasi. Mulai dari yang malu-malu tapi mau, menangis, berteriak, shock hingga kejang-kejang padahal belum diapa-apain, menggelinjang karena sempat disetubuhi oleh pasangannya, mencoba melepaskan diri dari jeratan tali di leher (mungkin merasa tidak perlu diantarkan ke ajal), hingga ada juga yang menyetubuhi pohon tersebut karena salah didik. Penasaran? Ini dia foto-foto yang sebetulnya biasa aja tapi terlanjur dibahas dengan heboh:

Pemalu

Si Doi Malu-malu Tapi Mau

Oke next,

Birahi Binatang Korban

Malah Menggelinjang

Next,

Akibat Salah Didik

Salah Didik. Kasian…

Next lagi,

Calon Kurban Meratapi Nasib

Ekspresi, “Mengapa, mengapaaah?!!”

Terakhir deh,

Eksekusi Oleh Algojo Kita

Eksekusi Oleh Algojo

Oke cukup ya cerita hari ini. Sebetulnya masih banyak lagi sih koleksi foto binatang kurban yang aku simpan. Tapi percayalah, itu semua udah cukup.

Ini cerita Idul Adha-ku di bulan Oktober 2013, mana ceritamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s