Pesona Pantai Luari

pantai luari, halmahera utara

Selamat Datang Pantai Luari

Sekitar satu setengah jam ke arah utara, dari Kota Tobelo -ibukota Kab. Halmahera Utara-, terdapat sebuah pantai yang terkenal dengan kesejukan dan kedamaian lokal serta kecantikan lanskapnya. Pantai Luari namanya.

Cukup dengan budget Rp0, alias gratis, kami bertujuh dapat menjangkau lokasi Pantai Luari yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Tobelo. Beneran gratis, soalnya pinjam mobil dinas milik bos, dan kebetulan pom bensin tutup semua.. jhaha, jangan ditiru. Lalu, kenapa acuannya Kota Tobelo? Kota Tobelo adalah kota di mana kami bekerja, dan tinggal. Selain itu, Kota Tobelo merupakan ibukota Kabupaten Halut (Halmahera Utara) yang terkenal dengan suasana ramainya. Minimal, paling ramai di Halmahera Utara.

Apa saja yang bisa kamu nikmati sepanjang perjalanan menuju Pantai Luari? BANYAK! Ada cemilan, minuman segar, dan.. eh.. kok jadi ke situ, hehe. Jadi yang bisa kamu nikmati antara lain: pemandangan bentang alam yang sangat hijau, sejuk, dan bersahaja. Bisa dibayangkan sekarang, melaju di atas jalan utama yang sangat tenang dengan kondisi aspal yang sangat halus tanpa cela, ditemani sebotol air minum mineral yang menyehatkan, dibelai-belai oleh angin jalanan yang begitu bersih, udara.. jangan tanya.. kamu bisa panjang umur menghirup udara di sini, lalu.. hiasan pepohonan dan hutan alami yang mengiringimu sepanjang jalan, semua itu akan sangat jarang kamu temui selain di HALMAHERA!

Satu setengah jam adalah waktu yang kurang untuk menikmati keindahan bentang alam Pulau Halmahera. Itupun baru sebagian kecil pulau. Tapi, itu adalah waktu yang cukup untuk tiba di PANTAI LUARI! Kami sampai, horee.. (sumringah mode on)

garis pantai luari

Menyusuri Garis Pantai Luari

Pantai Luari. Mau tau seperti apa pantai itu? Rasakan ini! Pasirnya yang putih dan lembut, kerang-kerang dan binatang laut lain bercangkang yang terdampar di sepanjang pantai memijat-mijat kakimu dengan lembutnya, warna air laut yang bergradasi dari biru ke hijau kemudian biru lagi, suasana pantai yang tenang sejuk dan menyegarkan, komplit dengan jamuan khas Luari. Bayangkan saat kakimu menginjak pasirnya, gemerisik angin pantai yang menyisir rambut, suara deburan ombak (yang kebetulan surut) mengalun merdu menyambut kedatanganmu, lalu rasakan jernihnya matamu yang dimanjakan oleh pemandangan kontur pantai yang berkelok dengan 2 hutan pantai di masing-masing ujungnya. Tak ada yang bisa menggantikan kata: Subhanallah!

pasir pantai luari halmahera utara

Pijat Refleksi dengan Serakan Cangkang

Bentar ya, aku mau Sholat Jumat dulu, nanti kita lanjut lagi hehe.. ada ya nulis blog dipending? Ada. Ini?

Well, Sholat Jumat selesai, mari kita lanjut.

Sampai mana tadi?.. Oh iya, selain pemandangan yang bisa mengenyangkan mata, adakah sesuatu yang bisa kita santap dan betul-betul memberikan rasa kenyang dalam arti sesungguhnya? Sesungguhnya, tidak, tapi kalau makannya banyak sih kenyang juga :3

Jadi di sini, di Pantai Luari, ada beberapa pedagang yang buka lapak dan turut meramaikan suasana pantai eksotis yang satu ini. Di antaranya, mereka berjualan jagung manis. Adalah jagung yang sudah di rebus kemudian ditenggelamkan dalam sebuah toples, bukan topless, yang berisi larutan manis. Mungkin gula atau senyuman kamu sayang.. ♡ hihi.. (jangan ge-er, maksudku pacarku). Rasanya seperti kita sedang makan jagung biasa, hanya saja nuansa manisnya lebih terasa. Selain itu, ada rujak pantai. Sebetulnya rujak saja sih, tapi karena dijajakan dipantai, aku anugerahkan sebuah nama untuk rujak ini: rujak pantai. Rasanya sangat berbeda dengan rujak biasa. Lidahku tidak begitu cucok. Sedikit gambaran untuk rujak pantai, di atas buah-buahan yang sudah terpotong kecil-kecil dan terlumuri kuah pedas, dibubuhkan sebuah ramuan khusus: seperti sambal kacang yang bentuknya aneh. Atau mungkin aku salah sebut dan sedang mencoba mendeskripsikan dengan cara yang salah. Seperti ini penampakannya..

rujak pantai luari

Santapan Khas Pantai Luari

Selain itu kalau masih lapar, kamu bisa makan nasi seperti pada umumnya di tempat yang semakin jauh dari pantai, tapi tidak terlalu jauh. Kurang tau harganya berapa. Oh ya, harga jagung manis itu Rp3000 per gigitan, kalau kamu memutuskan membeli 1 jagung untuk 30 orang. Kemudian, rujak pantai sendiri dibanderol dengan harga Rp5000 per porsi. Gimana, cukup ekonomis bukan?

Ok, selfie sudah, foto bareng sudah, makan sudah, mandi bareng juga.. eh nggak nggak, yang itu kami harus hindari, kecuali mandi di pantai. Tertarik? Main aja ke sini, di Kota Penuh bentor (bendi motor). Nah loh, belum ngerti kan apa itu bentor? Tunggu kisah haru (H.A.R.U) selanjutnya hanya di blog ini. Oh iya jangan lupa siapkan kamera terbaikmu, kalau bisa yang underwater (jangan yang underwear). Serius, ini penting buat kamu!

2 thoughts on “Pesona Pantai Luari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s