Indahnya Sunset di Pantai Kupa-Kupa

Kalau kemarin kami sudah ke Utara, kini saatnya ke arah Selatan dari Kota Tobelo. Lagi-lagi Tobelo. Ya, semua destinasi wisata akan selalu berawal dari kota paling ramai di Halmahera, selama aku tinggal di sini. Jadi jangan bosan ya, hehe.. yang penting kan jalan-jalannya men!

Lalu wisata apalagi, setelah Pantai Luari yang terkenal tenang teduh dan bernuansa eksotis? Ternyata, ada yang lebih tenang dan teduh lagi loh..

Pantai Kupa-Kupa namanya. Pantai Kupa-Kupa terletak di sebelah selatan Kota Tobelo. Hanya sekitar 1 jam perjalanan darat untuk bisa menjangkau pantai ini. Kebetulan, kami, tim ekspedisi (tsahhh..) Halmahera berangkat menggunakan mobil berbahan bakar snack dan minuman ringan. Satu jam di sini jangan samakan seperti di Jakarta ataupun kota lain di Pulau Jawa. Di sini, 1 jam berarti cukup jauh. Kondisi lalu lintas di sini menyediakan kenyamanan dan kelonggaran dalam berkendara sehingga waktu yang dibutuhkan pun cukup singkat untuk mencapai daerah lain dengan jarak tertentu. Kamu pasti paham.

Sepanjang jalan, tidak jauh berbeda dari perjalanan sebelumnya ke Pantai Luari, kami disuguhi pemandangan alam lengkap dengan pemukiman warga yang jaraknya tidak terlalu berdekatan. Hanya bedanya, di sepanjang jalan menuju Pantai Kupa-Kupa lebih banyak kami lihat rumah penduduk. Mungkin semakin ke selatan semakin ramai peradabannya, atau mungkin hanya kebetulan saja. Namun tetap, kesegaran udara di sini adalah rajanya. Membuat perjalanan semakin terasa rileks, sambil bercanda.. ngobrol.. dan bersenda gurau, sambil mulut tak hentinya memamah biak. Hingga tak terasa snack habis tapi mulut masih mengunyah.

image

Hampir satu jam sudah kami di dalam mobil menikmati perjalanan wisata yang begitu asik. Alunan musik yang terus berputar menambah merdu akustik alam yang kian berbisik tiada henti. Untuk kamu yang belum pernah ke sini, membayangkan saja belum cukup bisa memanjakan hasrat travellingmu. Kamu harus coba menempuh perjalan ini! Nikmati setiap kilometer yang kamu lalui, rasakan setiap hirup udara yang masuk ke dalam paru-parumu, puaskan matamu dengan pemandangan sekitar, maksimalkan ceriamu bersama sahabat dan orang terdekat, dan nikmatilah kedekatannya. Ini akan menjadi momen langka dalam hidupmu! Jangan lupa bawa kendaraan sendiri, karena relatif lebih mudah dijangkau. Tapi kalau tidak ada pilihan selain harus menggunakan angkutan umum, men-carter angkot adalah pilihan terbaik. Carter angkot lalu minta dijemput jam sekian, mungkin hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp50.000-Rp100.000. Kecuali kalau kamu dibekali kemampuan khusus sehingga dapat dengan mudah menumpang truk. Terserah, yang penting sampai.

Akhirnya, setelah panjang lebar mendeskripsikan perjalanan yang tidak begitu lama, kami sampai. Ini dia PANTAI KUPA-KUPA! Bagaimana pendapatmu?

image

Kalau kamu bilang ini seperti pantai tak berpenghuni, sepertinya kurang tepat. Mungkin lebih tepat ini adalah pantai untuk para pencari ketenangan. Lihat lautnya, nyaris tanpa ombak. Airnya, jangan tanya, saat kamu injakkan kakimu ke dasar laut, itu masih dapat terlihat. Airnya bening. Dari jauh, pembiasan cahaya membuat air di pantai ini terlihat berwarna biru yang bergradasi menuju hijau. Anginnya sepoi-sepoi. Area pantainya sangat rindang, jadi kamu tidak perlu takut kulitmu akan tersengat matahari. Jika kamu melihat, semakin ke arah ujung dari pantai ini ada lengkungan yang menyerupai hutan. Ya, itu memang hutan, namun sama seperti tempat aku mengambil gambar, di sana masih ada pantai, dan pantai itu sangat panjang dengan nuansa yang jauh jauh lebih senyap. Bisa dikatakan pantai daerah ujung sana masih perawan, nyaris tak tersentuh pelancong.

Kemarin, aku dan beberapa temanku mencoba berrenang di laut dangkal Pantai Kupa-Kupa. Waktu saat itu menunjukkan pukul 5 sore. Di sini, langit baru akan gelap jika jarum jam sudah menginjak pukul 6.45, kurang lebihnya. Tanpa ragu (karena langit kebetulan teduh), kami berlari menuju lautnya dan langsung menceburkan diri. Berrenang ke sana ke mari. Bahh.. asinnya! Aku lupa kalau sedang berrenang di laut! Ya, ini laut, tapi karena airnya sangat tenang, rasanya seperti berrenang di kolam renang raksasa. Ah sudahlah, sambil menunggu datangnya pemandangan sunset, kami nikmati sepuasnya mengarungi laut dangkal pantai ini. Saking asyiknya, ditambah lupa pemanasan, tanganku kram. Duh!

Oh ya, selain pemandangan laut yang sangat tenang, dibalik kami ada beberapa penginapan dan semacam tempat makan yang kebetulan sore itu sudah sepi. Disediakan pula spot-spot untuk duduk bahkan hingga tiduran rileks sambil menghadap laut meresapi kesejukan suasananya. Penginapan disediakan dalam 2 kelas. Kelas biasa dengan budget sekitat Rp300.000-Rp500.000 per malam dan kelas spesial (nampaknya untuk keluarga) dengan budget kurang lebih Rp800.000-Rp1.000.000 per malam. Untuk fasilitas penginapan, aku belum sempat menanyakan karena kebetulan sore itu sangat sepi, sangat. Mungkin karena bukan hari libur.

Ini penampakan rumah makan, beberapa penginapan reguler, dan spot rileks di Pantai Kupa-Kupa:

image

Lalu, ini gambar penginapan dengan kapasitas keluarga:

image

Berminat untuk bermalam di sini? Kedengarannya, jika ada pesta, entah pesta pernikahan atau pesta apapun itu, di sini biasa ada konser atau semacam karaoke. Jadi, sebetulnya pantai ini adalah resot menarik untuk para pasangan yang baru menikah. Tempat yang cocok untuk bulan madu atau sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat. Pertemuan bisnis juga sangat mungkin untuk diadakan di sini. Lengkap fiturnya! (Promosi banget ya, padahal nggak dapet apa-apa).. hahaha.

Lihat! Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba juga. Sunset di Pantai Kupa-Kupa. Sinar matahari dengan kemiringan tertentu membuatnya tampak jingga dan terasa hangat menjamah kami. Cahayanya yang sangat cantik melumuri permukaan laut di bibir pantai. Bagaikan cinta yang saling balas, air lautpun memantulkannya ke segala penjuru di sepanjang perairan wilayah Kupa-Kupa. Kini semua berwarna jingga dan memerah, membangunkan memori yang terbaring sejenak, membuatku teringat akan wajah wanita di persimpangan jalan, tepat di pemberhentian langkah, di kala malam menjemput siang. Dia, wanita pemilik pipi berwarna senja. Ada seutas senyum manis bak pelangi yang melintang di bibir peri.. yang mengusir dingin di sore itu. Aku kini menantinya untuk melengkapi hari dan hatiku di sini.

image

Tapi, sayangnya, yang ada malah seorang balerina yang bergaya dengan eloknya mengacaukan pose eleganku. Dan itu seorang laki-laki yang mencoba meniru pose Dewi Kwan Im. Sungguh hina, eh.

Langit semakin gelap. Malam mulai meraut dingin hingga meruncing menembus ari. Suasana semakin sunyi sepi dan senyap. Ada baiknya kami bergegas pulang menuju kota paling ramai di Halmahera sebelum gelap kian menyergap. Kini hanya jejak kaki, kenangan, dan banyak harapan yang tertinggal di pantai ini. Harapan untuk bisa berkunjung dengan teman yang berbeda. Teman hidup.

Cukup sampai di sini cerita kali ini. Bukan apa-apa, tapi karena aku akan mengunjungi tempat lain setelah ini: pemandian air panas Mamuya. Mari kita lihat ada apa di sana. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

One thought on “Indahnya Sunset di Pantai Kupa-Kupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s